Profil Ahmad Ishomuddin Sebagai Saksi Ahli di Sidang Ahok

Orang Indonesia berbicara tentang nama Ahmad Ishomuddin karena ia adalah saksi ahli di Ahok. Dan sekarang dia dipecat karena MUI. Apakah dua hal ini saling berhubungan? Lihat profil lengkap Ahmad Ishomuddin


Profil Ahmad Ishomuddin


KH. Ahmad Ishomuddin, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Ishom, memberikan kesaksian pada pertemuan ke-15 pada hari Selasa, 21 Maret 2017 di auditorium Kementerian Pertanian di Jakarta Selatan. Dia juga mengungkapkan bahwa dia hadir atas kehendaknya sendiri.
Ishomuddin juga menyatakan bahwa ia memiliki 3 alasan mengapa ia menjadi saksi. Hal pertama adalah tujuannya. Menurut Rais Syuriah PBNU, hanya mereka yang mengatakan kata-kata ini yang tahu niatnya. Alasan lain adalah saat kampanye Ahok. Dia mengungkapkan bahwa tidak masuk akal bagi siapa pun selama masa kampanye untuk meremehkan apa yang dirasakan calon pemilih mereka.


Dan alasan terakhir adalah kebiasaan sehari-hari Ahoks. Ishomuddin juga mengklaim bahwa dia tidak menyukai Ahok sebagai seseorang yang memandang orang lain. Dia juga mengatakan bahwa Basuki Tjahya Purnama tidak berniat menghormati Islam.


Dari 51 interpretasi ayat Al-Maidah, Ishomuddin mengungkapkan bahwa Ahok tidak mencoba menafsirkan ayat tersebut. Dia hanya mengungkapkan bahwa Muslim dan non-Muslim memiliki hak untuk menjadi pemimpin. Ketika ia menyaksikan gugatan terhadap gubernur pasif Jakarta, Basuki Tjahya Purnama, dewan MUI memutuskan bahwa Ahmad Ishomuddin diberhentikan sebagai wakil ketua Komisi Fatwa MUI.
Pemecatan Ahmad Ishomuddin terjadi setelah Anton Digdoio. Ketika Komisi Hukum MUI menghubungi ketua dan wakil ketua MUI setelah sidang Ahoks. Anton juga mengklaim akan mengundurkan diri dari MUI kecuali pemecatan Ishomuddin selesai. Mantan kepala polisi menyatakan bahwa pernyataan pertahanan Ahok Ishomuddin mengecewakan umat Islam.


Namun, masalah lain dikemukakan oleh Zainut Tauhi Saadi sebagai Wakil Presiden MUI. Fakta bahwa Ishomuddin diberhentikan, paling tidak karena dia adalah saksi ahli di persidangan Ahoks kemarin. Hal lain yang mendukung pemecatan ini adalah kepasifan Ishomuddin dalam perannya sebagai Wakil Presiden Komisi Fatwa MUI. Zainut juga mengatakan Ishomuddin telah merusak organisasi.


Pada saat yang sama, Ishomuddin tidak akan memiliki masalah jika ia tidak dipisahkan dari MUI. Ada juga banyak berita tentang Ishomuddin Syiah. Tetapi tuduhan ini adalah tuduhan yang tidak berdasar. Belum ada bukti bahwa pemahamannya mengarah pada pemahaman Syiah.


Ini informasi tentang Ahmad Ishomuddin yang bisa kami jelaskan. Ambil hati yang terbuka dan selalu terima apa yang terjadi padanya. Semoga kita juga terbuka.

Informasi

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*